Waspadai Komplikasi Asam Lambung Jangan Disepelekan!

Waspadai komplikasi asam lambung
Waspadai komplikasi asam lambung. Foto by Andrea Piacquadio/pexels.com

Waspadai komplikasi asam lambung yang terkadang dianggap masalah sepele. Karena seringkali masalah pencernaan diatasi dengan minum obat maag, istirahat yang cukup, dan menghindari makanan yang meningkatkan asam lambung.

Namun, kondisinya tetap perlu dipantau dan harus segera ditangani. Jika tidak, asam lambung yang berkepanjangan dapat menyebabkan komplikasi lambung yang berbahaya bagi kesehatan.

Waspadai Komplikasi Asam Lambung

Jangan abaikan bila keasaman di lambung sering meningkat dan dalam waktu lama. Meski gejalanya sering datang dan pergi, hal ini tetap perlu dipantau. Jika dibiarkan terus, apalagi jika ditangani dengan tidak tepat, gangguan asam lambung yang awalnya hanya menyebabkan sakit perut justru bisa merembet ke masalah lain.

Gastritis mungkin erosif atau tidak. Jika korosif, masalah asam lambung dapat merusak lapisan lambung dan menyebabkan peradangan. Namun jika tidak erosif, gastritis hanya menyebabkan peradangan namun tetap memerlukan pemantauan.

Berikut adalah beberapa kemungkinan komplikasi dari asam lambung:

1. Anemia

Jika tidak diobati, infeksi dari bakteri pylori secara bertahap dapat menyebabkan sakit maag dan pendarahan. Semakin banyak darah yang keluar, semakin rendah jumlah sel darah merah dan membuat penderita anemia.

2. Anemia Pernisiosa

Gastritis autoimun dapat memengaruhi cara tubuh menyerap vitamin B12. Tanpa vitamin B12 yang cukup, komplikasi dari asam lambung dapat menyebabkan anemia pernisiosa.

Anemia pernisiosa adalah suatu kondisi di mana tubuh kekurangan vitamin B12 untuk pembentukan sel darah merah yang optimal. Gejala anemia pernisiosa sering ditandai dengan sakit kepala, lemas, nyeri dada, dan penurunan berat badan.

3. Peritonitis

Penyakit ini merupakan salah satu komplikasi peningkatan asam lambung yang perlu mendapat perhatian. Peritonitis adalah peradangan pada peritoneum, yaitu selaput tipis yang melapisi dinding perut bagian dalam bersama dengan organ perut.

Dari asam lambung yang tidak terkontrol, peritoneum yang semakin meradang dapat pecah dan menyebabkan infeksi di seluruh tubuh. Dampak mematikan, yang dapat membahayakan nyawa korban.

4. Kanker Lambung

Gastritis atau masalah asam lambung yang disebabkan oleh infeksi dari bakteri pylori atau penyakit autoimun diam-diam dapat menyebabkan lapisan lambung tumbuh. Seiring waktu, tumor ini dapat meningkatkan risiko kanker perut. Salah satunya adalah limfoma jaringan ikat mukosa lambung (MALT).

Kapan Harus Ke Dokter?

Jangan menunggu sampai sakit perutmu bertambah parah sebelum pergi ke dokter untuk pemeriksaan. Ingatlah bahwa risiko komplikasi asam lambung dapat terjadi kapan saja dan seringkali tidak disadari.

Oleh karena itu, perhatikan gejala gangguan asam lambung yang kamu alami dan pantau setiap hari. Segera cari pertolongan medis jika gejala tidak membaik, terutama jika disertai dengan:

  • Tinja berdarah
  • Muntah darah
  • Sakit perut disertai demam
  • Kelelahan yang parah mungkin merupakan tanda anemia
  • Refluks asam yang tidak terkontrol
  • Berat badan yang menurun tidak wajar
  • Detak jantung yang cepat
  • Keringat berat
  • Kulit pucat
  • Napas pendek
  • Gejala gastritis muncul kembali setelah sembuh

Waspadai komplikasi asam lambung, jangan tunda mencari pertolongan medis jika gejala tidak membaik. Apalagi jika masalah perut berlangsung lama dan menjadi kronis. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk sembuh. Risiko komplikasi dapat diminimalkan sejak awal.

Baca Juga:

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *