Tantangan Hidup Masa Kini Yang Mungkin Kamu Alami

Tantangan hidup masa kini
Tantangan hidup masa kini. Foto by Peggy_Marco/pixabay.com

Tantangan hidup masa kini yang terjadi bahkan dari masa ke masa. Tantangan hidup ini pasti akan dialami banyak orang dari kita pada suatu saat dalam hidup kita. Dapat membuat hidup kita pusing tujuh keliling, mengubah siapa kita dan bagaimana kita melihat dunia selamanya. Tantangan itu juga memiliki manfaat, pada akhirnya membuat kita lebih kuat jika kita dapat belajar untuk mendekati sesuatu dengan sedikit berbeda. Mari saya jelaskan. . .

Seperti yang kita ketahui, Tantangan adalah bagian normal dari kondisi manusia, bahkan sebagian besar dari kita ingin menjauhinya. Ketika menghadapi tantangan, sebagian orang lebih rentan merasakan stres daripada yang lain. Beberapa orang secara alami lebih tangguh, sementara yang lain lebih sensitif dan reaktif terhadap tantangan.

Kabar baiknya adalah bahwa meskipun kita tidak dapat menghindari tantangan tersebut, namun kita masih dapat mengambil langkah-langkah dalam menghadapinya. Langkah yang tepat, akan membuat kita semakin kuat dalam menghadapi tantangan berikutnya.

10. Tantangan Hidup Masa Kini

Tetapi sebelum kita membahas bagaimana kita dapat meningkatkan ketahanan kita dan mengatasi stres akibat tantangan yang kita hadapi, pertama-tama kita harus mengetahui tantangan hidup masa kini yang mungkin bisa menimbulkan stress.

1. Kematian Orang Tercinta

Bagi semua orang, ini mungkin peristiwa tersulit untuk dilalui. Ketika seseorang yang dekat dengan kita meninggal, kita bisa merasakan segudang emosi dan kesulitan yang kita hadapi di dunia ini tanpa orang yang kita cintai bersama kita.

Kesedihan adalah emosi yang rumit, bahkan satu orang dengan yang lainnya akan berbeda. Mengatasi orang yang dicintai meninggalkan kita membutuhkan kesabaran, pengertian, dan kasih sayang untuk diri kita sendiri.

2. Perceraian atau Perpisahan

Perceraian atau perpisahan bisa menjadi trauma psikologis karena berbagai alasan, dengan banyak orang mengalami shock, merasa tidak berdaya, pengkhianatan, kebingungan, dan patah hati. Sama seperti kematian orang yang dicintai, membangun kembali identitas kamu dalam kehidupan sehari-hari bisa terasa menakutkan.

3. Pindah, Beli, atau Jual Rumah

Karena faktor keuangan, membuat seseorang harus menjual rumah dan pindah. membeli rumah lagi yang sesuai dengan kondisi finansial-nya. Dengan lingkungan yang baru, tetangga baru, pekerjaan baru. Kondisi lingkungan yang belum dikenal, kemungkinan akan menciptakan stres. Bahkan bagi orang yang terlihat tenang sekalipun.

4. Penyakit atau Cedera Besar

Peristiwa yang mengubah hidup ini dapat memengaruhi kita dalam banyak cara yang menantang. Kemampuan kita untuk mencari nafkah dan keseharian lainnya di masyarakat. Tiba-tiba dapat dipertanyakan, belum lagi ketidakpastian tentang masa depan dan ketidaknyamanan bergantung pada orang lain di sekeliling untuk membantu kita.

5. Kehilangan Pekerjaan

Dipecat bisa terasa seperti kehilangan sebagian besar identitas kita, terutama di negara ini di mana pertanyaan pertama yang ditanyakan siapa pun ketika kamu bertemu dengan mereka adalah “Apa pekerjaanmu?”

Berhenti bekerja berdampak pada kemampuan kita untuk menghidupi diri sendiri atau keluarga kita. Ini menciptakan ketidakpastian tentang masa depan dan dapat meningkatkan stres pada kita.

6. Pernikahan

Jenis tantangan yang baik dalam tantangan hidup masa kini, ya! tapi pernikahan adalah proses penyesuaian bagi banyak orang. Belajar untuk hidup bersama orang lain dan membiasakan diri dengan apa yang menjadi bagian dari “pasangan kekasih” dapat menjadi tantangan, termasuk peningkatan harapan dan tanggung jawab.

7. Tulang Punggung Keluarga

Mengambil lebih banyak tanggungjawab keuangan, atau membuat keputusan besar seputar uang dapat membuat kita stres. Takut berkurangnya penghasilan, tidak memiliki pendapatan yang pasti membuat menurunnya harga diri sebagai tulang punggung keluarga.

Selain itu, merasa terjebak dalam pekerjaan kamu dan selalu merasa perlu berada di perusahaan tersebut untuk memenuhi kewajiban keuangan dapat membuat siapa saja harus terjaga di malam hari (lembur)

8. Pensiun

Memikirkan pensiun adalah tantangan “menyenangkan” lainnya dalam arti bahwa banyak dari kita merencanakan seluruh hidup kita untuk saat kita akhirnya bisa pensiun.

Bagi mereka yang melakukannya, ini juga merupakan perubahan besar dalam hidup dan identitas baru. Mencari penghasilan lebih untuk kehidupan dilanjut usia, selalu terbayang-bayang bagi kamu seorang pekerja dan menjadi kondisi yang dikhawatirkan.

9. Merawat Anggota Keluarga Lansia atau Sakit

Ini tidak hanya menguras fisik dan emosional, tetapi kamu memiliki tanggung jawab yang sangat besar. Dengan tanggung jawab yang meningkat secara signifikan, kadang-kadang sepanjang waktu, banyak banyak dari kita tidak mampu merawat diri kita sendiri secara memadai, membiarkan diri kita dimasuki masalah fisik dan emosional. Seperti mengeluh, marah dan sebagainya.

10. Peristiwa Traumatis (Bencana Alam, Kejahatan, Kekerasan, Pandemi)

Mungkin semua tantangan masuk dalam kategori ini, tapi yang menjadi masalah yaitu perasaan tidak berdaya dalam menghadapi tantangan tersebut. Contohnya saja kita tidak berdaya menghadapi Pandemi Covid-19, bahkan pemerintah sekalipun dibuat kewalahan menghadapi Pandemi.

Cara Menghadapi Tantangan Hidup

Karena tantangan hidup masa kini yang dihadapi setiap orang berbeda beda, maka solusi dan strategi terbaik juga bersifat personal, artinya tidak ada satu strategi yang cocok dalam menghadapi semua tantangan. Perencanaan yang dirancang secara strategis berdasarkan setiap orang benar-benar cara paling efektif untuk menghadapinya.

Penting untuk dicatat, bahwa seberapa baik kita menghadapi tantangan kita sehari-hari, menunjukkan seberapa baik kita akan mengelola segala kejadian yang dapat mengubah hidup kita dan terjauh dari stres.

Mempraktikkan kebiasaan sehat yang konsisten adalah dasar dari manajemen stres. Menunggu untuk menerapkan perencanaan dalam menghadapi peristiwa traumatis terjadi, membuat diri kita merasa kesulitan

Contohnya dalam turnamen sepak bola, setiap pemain berlatih setiap hari sebelum terjadinya pertandingan. Jika pemain tidak pernah berlatih, tentunya kecil kemungkinan akan menang bukan?.

Hal yang sama berlaku untuk mengelola stres. Jika kamu menunggu sampai peristiwa yang paling menegangkan, traumatis, dan mengubah hidup terjadi dan kemudian mencoba menerapkan kebiasaan baru, itu bisa lebih sulit untuk mendapatkan hasil yang kamu inginkan.

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.