Tanda & Penyebab Keguguran Pada Janin Dalam Rahim Ibu

Tanda & penyebab keguguran pada janin
Tanda & penyebab keguguran pada janin. Foto by Jonathan Borba/pexels.com

Tanda & penyebab keguguran pada janin dalam rahim ibu, keguguran menjadi risiko yang mungkin terjadi pada kehamilan apa pun. Namun, kondisi tersebut dapat dicegah dengan mendeteksi tanda-tanda keguguran sedini mungkin. Dengan demikian, ibu hamil dapat segera ditangani untuk mengurangi risiko kematian janin.

Keguguran atau aborsi spontan adalah kematian janin dalam kandungan sebelum usia kehamilan 20 minggu. Setidaknya 10-20% kehamilan di dunia berakhir dengan keguguran.

Tanda-tanda utama keguguran adalah pendarahan vagina dan sakit perut. Namun, kedua kondisi ini tidak secara spesifik menandai kematian janin, sehingga diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kondisi di mana janin dan kehamilan dapat dipertahankan meskipun ada tanda-tanda keguguran disebut “keguguran yang terancam” atau aborsi prematur.

Beberapa Tanda Keguguran Pada Ibu Hamil

Berikut ini beberapa tanda keguguran yang perlu diwaspadai dan perlu perhatian medis oleh ibu hamil:

1. Pendarahan Pada Vagina

Pendarahan atau spotting merupakan tanda awal kehamilan. Namun perlu diingat bahwa tidak semua pendarahan berakhir dengan keguguran.

Pendarahan ringan dengan bintik-bintik merah muda atau coklat biasanya tidak perlu dikhawatirkan. Pendarahan ringan biasanya berlangsung 1-2 minggu.

Namun, jika darah berwarna merah cerah dengan jumlah banyak atau gumpalan berwarna merah muda, itu bisa menjadi tanda keguguran. Hubungi dokter segera jika kamu mengalami pendarahan, baik ringan atau berat.

Dalam beberapa kasus, keguguran dapat terjadi tanpa pendarahan. Keguguran ini disebut missed abortion.

2. Rasa Sakit Pada Tubuh

Pedarahan yang disertai rasa sakit harus dianggap sebagai tanda keguguran. Bagian tubuh yang merasakan nyeri biasanya panggul, perut, dan punggung. Rasa sakit ini biasanya lebih intens daripada nyeri haid dan bisa konstan atau sesekali.

3. Pergerakan Janin Berkurang

Biasanya keguguran terjadi bila usia kehamilan kurang dari 20 minggu. Namun, keguguran terlambat dapat terjadi antara 12 dan 24 minggu kehamilan.

Salah satu tanda keguguran selanjutnya adalah penurunan pergerakan bayi. Oleh karena itu, ibu hamil harus waspada jika janin tidak bergerak selama berhari-hari dan segera pergi ke dokter untuk memeriksakan status kehamilannya.

4. Perubahan Gejala Kehamilan

Perubahan gejala kehamilan, seperti mual atau muntah yang hilang, bisa menjadi tanda keguguran. Namun, perlu diingat bahwa perubahan tersebut juga bisa terjadi karena faktor lain, seperti hormon kehamilan. Oleh karena itu, konsultasikan dengan dokter jika kamu mengalami perubahan pada gejala kehamilan kamu.

5. Keluarnya Cairan Dari Vagina

Cairan yang keluar pada vagina bisa menjadi tanda keguguran. Jika ibu hamil mengalami hal ini, masukkan tisu bersih ke area vagina yang mengeluarkan cairan dan bawa ke dokter untuk dianalisis lebih lanjut.

Pendarahan di awal trimester tidak selalu dikaitkan dengan keguguran, karena banyak ibu hamil yang dapat terus hamil dan melahirkan bayi dalam keadaan sehat.

Penyebab Dan Faktor Risiko Keguguran Pada Ibu Hamil

Secara umum beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko keguguran, antara lain:

  • Usia ibu saat hamil tergolong 35 tahun keatas
  • Pernah mengalami keguguran sebelumnya
  • Pola hidup tidak sehat selama kehamilan, seperti merokok, minum alkohol atau penyalahgunaan obat
  • Paparan radiasi atau racun di tempat kerja atau di lingkungan rumah
  • Pelebaran serviks sebelum waktunya tanpa tanda akan berlangsungnya persalinan
  • Berat badan terlalu kurus atau terlalu gemuk
  • Kelainan anatomi rahim ibu

Sebagian besar keguguran terjadi pada trimester pertama dan biasanya karena kelainan kromosom pada janin. Gangguan kromosom mencegah janin berkembang secara normal dan itu menyebabkan keguguran. Kelainan kromosom biasanya tidak mengenal istilah kelainan karena keturunan.

Keguguran pada trimester pertama juga dapat disebabkan oleh gangguan perkembangan plasenta yang menghubungkan ibu dengan janin.

Sementara itu, keguguran pada trimester kedua seringkali disebabkan oleh kondisi kesehatan ibu hamil. Kondisi medis tertentu dapat meningkatkan risiko keguguran, antara lain:

  • Diabetes
  • Tekanan darah tinggi
  • Lupus
  • Penyakit tiroid
  • Rubella
  • Malaria
  • Penyakit menular seksual

Keguguran pada trimester kedua ini juga dapat disebabkan oleh infeksi pada bayi, konsumsi karena obat-obatan tertentu, keracunan makanan atau kondisi rahim yang lemah.

Tanda-tanda keguguran harus dipahami oleh setiap ibu hamil untuk menjernihkan berbagai kesalahpahaman tentang penyebab keguguran.

Ingatlah bahwa keguguran tidak disebabkan oleh olahraga, seks, pekerjaan (asalkan tidak terkena radiasi atau racun), perjalanan udara, makanan pedas, atau stres.

Jika seorang ibu hamil mengalami tanda-tanda keguguran tersebut di atas, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk mengetahui status kehamilannya agar dapat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat. Jadi, ingatlah untuk selalu memeriksakan status kehamilan bunda secara rutin karena tanda & penyebab keguguran pada janin bisa dialami semua ibu hamil.

Baca Juga:

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *