Manfaat Buncis Untuk Kesehatan Tubuh Yang Kaya Nutrisi

Manfaat buncis untuk kesehatan tubuh
Manfaat buncis untuk kesehatan tubuh. Foto by Snapwire/pexels.com

Manfaat buncis untuk kesehatan tubuh, karena buncis termasuk dalam kategori kacang-kacangan dengan segudang manfaat. Ini berkat kandungan nutrisinya yang lengkap. Disebut protein, serat, kalsium, magnesium, zat besi, fosfor, natrium kalium, vitamin B, C, K, folat dan beta-karoten adalah semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Manfaat Buncis Untuk Kesehatan Tubuh Yang Kaya Nutrisi

Dengan kandungan nutrisi yang begitu lengkap, tidak heran jika buncis dianggap sebagai salah satu makanan paling sehat dengan banyak manfaat kesehatan. Apa pun? Berikut manfaat buncis untuk kesehatan:

1. Mendukung Kesehatan Jantung

Buncis adalah sayuran bebas kolesterol. Salah satu efeknya adalah risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah dan jantung yang lebih sehat. Buncis mengandung serat larut yang membantu menurunkan kolesterol jahat dan kolesterol total dalam darah.

Tidak hanya itu, sayuran hijau ini juga mengandung flavonoid, sejenis antioksidan polifenol yang biasa ditemukan pada sayuran dan buah-buahan dalam konsentrasi yang relatif tinggi.

Menurut buku Complementary and Alternative Therapies and Aging Population, kacang-kacangan memiliki kadar flavonoid yang tinggi dalam darah yang mengaktifkan efek antitrombotik, mencegah darah dari pembekuan di pembuluh darah dan arteri.

Menariknya, aktivitas trombogenik ini berperan dalam berbagai masalah kardiovaskular, termasuk stroke dan serangan jantung.

2. Meningkatkan Kesuburan Pada Wanita

Studi di Harvard Medical School menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih banyak zat besi dari sumber nabati, seperti kacang merah, bayam, kacang merah dan labu dapat meningkatkan kesuburan pada wanita. Ada juga penelitian yang membahas hubungan antara asupan nutrisi ini dan tingkat kesuburan wanita.

Untuk penyerapan zat besi yang optimal oleh tubuh kami, kamu bisa mengonsumsi makanan yang kaya akan zat besi dan kaya vitamin C, seperti paprika atau tomat. Manfaat kacang-kacangan untuk kesehatan juga bisa dirasakan oleh ibu hamil karena kandungan folatnya yang tinggi.

3. Menjaga Kekebalan Tubuh

Manfaat lain dari buncis termasuk kandungan vitamin C. Satu cangkir buncis mentah mengandung 12,2 miligram vitamin C. Ini setara dengan 25% kebutuhan harian tubuh akan vitamin C.

Selain mendukung kekebalan tubuh, vitamin C juga berperan dalam pembentukan kolagen dan melindungi kulit dari stres, oksidasi. Vitamin ini juga berperan sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas dan risiko kerusakan jaringan.

4. Makanan Rendah FODMAP

FODMAP atau oligosakarida, disakarida, monosakarida dan polisakarida yang dapat difermentasi merupakan jenis karbohidrat rantai pendek yang sulit diasimilasi oleh usus halus. Selain itu, FODMAP sendiri cenderung menyerap air dan melakukan fermentasi di usus besar.

FODMAP diyakini menyebabkan sejumlah gangguan gastrointestinal. Ini termasuk diare, sakit perut, sembelit, dan kembung. Makan makanan tinggi FODMAP dapat menyebabkan masalah kesehatan pencernaan. Contohnya adalah risiko mengembangkan refluks asam dan sindrom iritasi usus besar.

Di sisi lain, makan makanan rendah FODMAP seperti buncis dapat mengurangi risiko masalah perut. Selain itu, kacang-kacangan juga merupakan makanan yang aman bagi penderita gangguan pencernaan kronis.

5. Mengontrol Gula Darah

Belum lagi kacang-kacangan juga berperan dalam mengatur gula darah. Padahal, makanan ini disebut-sebut sebagai sayuran yang memiliki efek penurun gula darah bagi penderita diabetes.

Seperti yang kita ketahui bersama, penderita diabetes membutuhkan perawatan jangka panjang agar kadar gula darahnya tetap stabil dan terjaga. Ini dapat dilakukan melalui diet atau dengan minum obat. Itu sebabnya memasukkan sayuran indeks glikemik rendah seperti kacang-kacangan dalam menu harian kamu dapat membantu kontrol gula darah lebih optimal.

Berikut beberapa manfaat buncis untuk kesehatan yang harus kamu ketahui. Selain mengonsumsi makanan sehat, jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan rutin.

Baca Juga

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *