Diet Intermittent Fasting Cara Menurunkan Berat Badan Berlebih

Diet intermittent fasting
Diet intermittent fasting. Foto by Pavel Danilyuk/pexels.com

Diet intermittent fasting sebuah cara menurunkan berat badan secara ideal. Meskipun, ada banyak jenis diet yang bisa diterapkan. Secara umum, diet mengacu pada memilih dan membatasi makanan tertentu yang bisa dimakan. Masalahnya adalah tidak semua orang cocok dengan program diet tertentu.

Jadi, sebelum memutuskan jenis diet apa yang harus diikuti, penting untuk dipahami bahwa menambah berat badan ideal tidak berarti meningkatkan risiko kesehatan. Dari situ, diet intermiten fasting bisa menjadi diet yang tepat untuk kamu.

Diet Intermittent Fasting Berikut Penjelasannya

Jenis diet ini merupakan salah satu pola makan sehat yang mencakup menjaga jadwal makan dan berpuasa dengan porsi yang tepat.

Pada diet puasa atau diet ini, kamu tidak perlu membatasi makanan untuk dimakan dan dihindari. Penerapan metode diet ini tidak hanya membantu mencapai berat badan ideal tetapi juga menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Diet Intermittent Fasting Berikut Manfaatnya

Selain diakui sebagai cara yang sehat untuk menurunkan berat badan, diet ini memiliki manfaat kesehatan, termasuk penurunan risiko penyakit tertentu. Dengan berpuasa atau makan dengan porsi yang lebih kecil, asupan kalori kamu juga otomatis akan berkurang.

Beberapa manfaat diet intermitten fasting adalah:

  • Berkurangnya kadar insulin dalam darah;
  • Peningkatan hormon pertumbuhan;
  • Meningkatkan metabolisme dalam tubuh;
  • Membantu memperbaiki sel-sel tubuh;
  • Membakar lebih banyak kalori;
  • Mengurangi tingkat akumulasi lemak;
  • Membantu mengurangi risiko infeksi;
  • Membantu meningkatkan hormon di otak dan mencegah penyakit Alzheimer;
  • dan sebagainya

Ingatlah bahwa saat mengikuti diet ini, kamu harus selalu membatasi jumlah porsi yang kamu makan karena diet ini sebagai bentuk diet akan membantu kamu makan dengan porsi lebih kecil dengan kalori lebih sedikit. Secara keseluruhan, manfaat puasa intermitten fasting akan terasa jika kamu bisa mengontrol dan mengontrol diri saat berpuasa atau makan.

Diet Intermittent Fasting Berikut Caranya

Cara diet ini berfokus pada makan-makanan kecil dan berpuasa beberapa hari dalam seminggu. Berikut 3 cara diet intermittent fasting yang dapat diikuti dan disesuaikan dengan kondisi fisik kamu:

1. Metode 16/8

Diet Intermittent fasting denga metode 16/8 yang merencanakan jadwal makan kamu dengan puasa 16 jam dan makan 8 jam. Jadi kamu berhak makan apa saja di pagi hari (selama 8 jam). Setelah itu, kamu harus berpuasa selama 16 jam tanpa makan apa pun.

2. Metode Makan-Puasa-Makan

Menurunkan berat badan dengan metode ini kamu harus berpuasa selama 24 jam, 1-2 kali seminggu. Kamu diperbolehkan makan makanan berat sekaligus, kemudian berpuasa selama 24 jam (atau keesokan harinya), setelah itu kamu bisa makan-makanan lagi.

3. Metode 5:2

Untuk metode intermittent fasting 5:2, kamu hanya boleh makan dalam porsi kecil (hanya 25 kalori setiap hari) pada 2 hari tertentu dan makan teratur pada 5 hari berikutnya berturut-turut selama seminggu.

Jadi kamu hanya bisa makan sekitar 500-600 kalori per hari dan melakukannya dua kali seminggu, sisa 5 hari kamu bisa makan seperti biasanya.

Dari 3 metode intermittent fasting di atas, metode 16/8 adalah metode diet yang paling sering digunakan untuk membantu membangun berat badan ideal.

Makan sehat dianggap paling mudah dan dapat dilakukan terus menerus secara berkelanjutan. Namun, diet intermitent fasting dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi kamu.

Diet Intermittent Fasting, Sebelum Melakukannya Perhatikan Hal Berikut Ini

Meskipun diet ini memiliki manfaat kesehatan, tidak semua orang bisa melakukannya. Wanita yang ingin melakukan intermittent fasting harus berhati-hati karena dapat mempengaruhi hormon dan siklus menstruasi.

Jika kamu memiliki gangguan makan atau gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, pica atau kondisi lainnya, kamu tidak dapat mengikuti diet seperti intermittent fasting, karena dapat membahayakan tubuh kamu.

Apapun jenis diet yang kamu pilih, termasuk diet ini, kamu harus berkonsultasi dengan dokter kamu sebelum memulai. Terutama jika kamu memiliki kondisi berikut:

  • Menderita diabetes atau tekanan darah rendah;
  • Minum obat-obatan tertentu setiap hari;
  • Berat badan kurang atau kekurang berat badan;
  • Anak di bawah 18 tahun
  • Hamil, berencana hamil dan wanita menyusui;
  • Wanita dengan riwayat amenore (tidak mengalami menstruasi untuk sementara waktu).

Terlepas dari semua manfaatnya, efek samping utama dari diet intermittent fasting adalah peningkatan rasa lapar, yang dapat memengaruhi kekuatan otak dan fisik, dan bahkan memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Walaupun efek ini biasanya bersifat sementara sampai kamu dapat menyesuaikan pola makan kamu, konsultasikan dengan dokter kamu sebelum dan selama program diet.

Terima kasih, semoga bermanfaat…

Baca Juga:

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu pemikiran di “Diet Intermittent Fasting Cara Menurunkan Berat Badan Berlebih”