Cara Negosiasi Gaji Saat Interview, Tunjukan Kemampuanmu!

Cara negosiasi gaji saat interview
Cara negosiasi gaji saat interview. Foto by Gustavo Fring/pexels.com

Cara negosiasi gaji saat interview akan kamu temukan dalam artikel ini. Karena, seperti yang kita ketahui, gaji merupakan motivator utama bagi orang yang bekerja. Wajar jika masing-masing dari mereka ingin mendapatkan nomor sesuai dengan kemampuannya. Termasuk kamu, bukan? Jadi negosiasi gaji sangat penting.

Sayangnya, masih banyak pekerja yang belum mengetahui cara menegosiasikan upah dengan baik dan efektif. Apalagi jika mereka pemula. Kurangnya pengalaman membuat negosiasi menjadi sulit.

Selain kurangnya pengalaman, pencari kerja pemula cenderung merasa kurang percaya diri. Mereka terkadang meragukan kemampuan mereka dan tidak dapat mengukurnya. Ini akhirnya menimbulkan kebingungan. Apakah angka yang disarankan oleh pemberi kerja relevan? Atau terlalu rendah?

Jika jumlah proposal terlalu sedikit, tentu kami tolak. Namun, itu tidak mudah. Untuk pemula, kadang-kadang bisa canggung. Jika kami menolaknya, dapatkah kami mendapatkan nilai tawaran yang lebih tinggi di tempat lain?

Negosiasi bukanlah hal yang sepele. Ini dapat menyebabkan kebingungan besar. Jika kamu mengambil langkah yang salah, kamu bisa mendapat masalah dalam karier kamu. Namun jangan khawatir, bagi kamu yang akan menghadapi negosiasi gaji, kami akan menjelaskan cara negosiasi gaji yang tepat. Baca artikel ini sampai habis ya!

Apa Itu Negosiasi Gaji?

Negosiasi gaji adalah kegiatan diskusi antara calon karyawan dengan perusahaan untuk mencapai gaji yang diinginkan. Proses ini merupakan bagian dari tahap akhir wawancara kerja. Perusahaan biasanya akan diwakili oleh HRD (Human Resource Development).

Sebagai perwakilan perusahaan, tentunya HRD memiliki kapasitas untuk bernegosiasi. Oleh karena itu, sebagai calon karyawan, kamu harus bisa menyeimbangkan kemampuan HRD tersebut jika ingin mendapatkan gaji yang diharapkan.

Ingat, jika angka yang diberikan tidak sesuai harapan, jangan terima begitu saja. Cobalah untuk bernegosiasi terlebih dahulu. Jika kamu melakukannya dengan baik, itu akan sangat membantu kamu.

Cara Negosiasi Gaji Saat Interview

Di bawah ini kamu akan paparkan beberapa cara untuk kamu dalam melakukan negosiasi gaji saat interview, cara ini bisa membantu kamu untuk mendapatkan gaji yang diharapkan.

1. Penelitian Tentang Upah Dan Pekerjaan

Langkah pertama yang harus dilakukan saat ingin menegosiasikan gaji adalah melakukan riset. Tidak sulit melakukannya, sungguh. Ada banyak platform online yang menyediakan data gaji untuk setiap posisi.

Pastikan juga untuk memeriksa UMP (upah minimum provinsi) dan UMK (upah minimum kabupaten/kota) dari perusahaan tempat kamu akan bekerja. Berbekal riset, kamu bisa mendapatkan gaji yang bisa kamu kirim ke HRD.

2. Jangan Terburu-buru

Saat HRD bertanya, “Berapa gaji yang kamu harapkan?” Di sinilah kamu dapat mengirimkan metrik yang telah kamu siapkan. Kalau pertanyaannya tidak muncul, jangan kasih tahu nominalnya dulu, oke? Itu bisa menimbulkan kesan negatif.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, negosiasi gaji biasanya dilakukan di akhir wawancara. Di awal HRD akan menjelaskan terlebih dahulu hal-hal yang berkaitan dengan alur kerja. Karena itu, lebih baik tidak terburu-buru. Ikuti proses rekrutmen langkah demi langkah tergantung pada penawaran.

3. Tunjukkan Kemampuan

Untuk mendapatkan gaji yang sesuai harapan, kamu bisa “menjual” keahlian yang kamu miliki. Jelaskan secara rinci apa yang dapat kamu lakukan. Jika perlu, sertakan prestasi kamu.

Ingatlah untuk menghindari mengambil alasan pribadi seperti biaya hidup, pembayaran cicilan, utang, dll. Pemberi kerja hanya akan tertarik untuk meningkatkan nilai penawaran kamu jika kamu benar-benar dapat berkontribusi dengan kemampuan kamu.

4. Sebutkan Gaji Terakhir

Apakah kamu pergi bekerja? Sebutkan gaji kamu di perusahaan tersebut, ya. Jangan biarkan dia, karena itu penting. Berdasarkan gaji kamu sebelumnya, HRD dapat mempertimbangkan gaji yang cocok untuk kamu. Kamu dapat menghindari angka di bawah ekspektasi. Bahkan, kamu memiliki peluang besar untuk mendapatkan angka yang lebih tinggi.

5. Tetap Tenang dan Sopan

Dalam melakukan wawancara tentunya harus sopan bukan? Jadi jaga sikap itu sampai tahap negosiasi gaji ya? Jangan sombong karena terlalu semangat untuk mencapai nilai yang diinginkan. HRD bahkan bisa kehilangan rasa hormat.

Lebih baik lagi, bernegosiasi dengan tenang. Tetap ramah. Ini akan membuat kamu terlihat lebih profesional. Jadi HRD pasti akan membantu kamu menemukan win-win solution.

6. Pertimbangkan Manfaat Lainnya

Gaji bukan satu-satunya tunjangan yang bisa diterima calon karyawan. Kamu bisa mendapatkan keuntungan lainnya. Misalnya, tunjangan kesehatan, transportasi atau pensiun. Kamu bisa menanyakan langsung kepada HRD bagaimana keuntungan yang akan kamu dapatkan jika bergabung dengan perusahaan tersebut.

Ingatlah bahwa sangat penting untuk mendidik diri sendiri tentang manfaatnya. Selain itu, jika perusahaan bersikeras menawarkan gaji yang lebih rendah dari yang diharapkan. Jika fasilitas yang akan ditawarkan cukup menarik, mungkin hal ini bisa dipertimbangkan.

Pertimbangkan Untuk Negosiasi Gaji

Pada titik ini, kamu pasti sudah menemukan cara untuk menegosiasikan gaji, bukan? Nah untuk semakin mahir dalam tawar-menawar, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.

Pertama-tama, dalam hal pekerjaan. Kamu perlu tahu level apa yang kamu lamar. Jika kamu seorang pemula, level yang tepat tentu saja bawahan atau karyawan. Dengan demikian, kamu dapat menyesuaikan gaji yang kamu bayarkan pada level ini.

Kedua, pengalaman kerja. Semakin lama pengalaman kamu, semakin tinggi nilai gaji yang bisa kamu dapatkan. Ketiga, kondisi bisnis. Misalnya, manfaat yang kamu butuhkan belum dipertimbangkan, tetapi perusahaan sedang mengusahakannya. Ini juga bisa dipertimbangkan. Agar kamu bisa mendalami catatan saat negosiasi gaji secara lebih lengkap dan sederhana.

Berikut adalah tips dan trik untuk menegosiasikan gaji kamu selama wawancara kerja. Ada dua kunci utama keberhasilannya:

  • Berpikir Analitis. Semakin banyak masalah material yang kamu pertimbangkan, analisis kamu akan semakin mendalam.
  • Kemampuan komunikasi. Dengan skill ini, kamu bisa bernegosiasi dengan lancar tanpa gagap. Kamu juga dapat dengan terampil memilih kata-kata yang tepat dan profesional. Untuk menguasai kemampuan ini, kamu perlu berlatih dengan rajin.

Ingatlah bahwa negosiasi gaji yang berhasil sangat penting. Tahapan ini tidak hanya terkait dengan gaji yang kamu terima tetapi juga secara tidak langsung menguji kualifikasi kamu. Melalui gaji yang kamu ajukan, HRD bisa melihat seberapa besar kamu “menghargai” diri sendiri. Oleh karena itu, jangan biarkan diri kamu melamar gaji yang terlalu rendah. Hal ini akan membuat HRD meragukan kemampuan kamu.

Baca Juga:

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *