6 Keluhan Ibu Hamil Trimester Ke-Dua Yang Umumnya Dirasakan

Keluhan Ibu Hamil Trimester Ke-Dua
Keluhan Ibu Hamil Trimester Ke-Dua. Foto by MART PRODUCTION/pexels.com

Ibu hamil mungkin mengalami beberapa keluhan saat kehamilan memasuki trimester kedua. Keluhan ini mungkin disebabkan oleh perubahan yang terjadi pada tubuh ibu hamil.

Trimester kedua kehamilan berlangsung dari minggu ke 13 hingga minggu ke 28. Pada masa ini, ibu hamil biasanya lebih energik. Berbagai keluhan seperti mual dan muntah seringkali mereda atau bahkan hilang.

Keluhan Ibu Hamil Trimester Ke-Dua Yang Umumnya Dirasakan

Bahkan saat mulai merasa bertenaga, seringkali muncul beberapa keluhan yang membuat ibu hamil merasa tidak nyaman, antara lain:

1. Pusing Kepala

Pusing adalah gejala umum kehamilan, termasuk di awal trimester kedua, karena perubahan sirkulasi darah selama kehamilan.

Untuk mengatasinya, ibu hamil harus segera duduk dan istirahat saat pusing terjadi. Untuk mencegah pusing, penuhi kebutuhan cairan bunda dengan banyak minum, hindari berdiri terlalu lama, dan bangun perlahan dari duduk atau berbaring.

2. Hidung Tersumbat

Selama kehamilan, perubahan hormonal dapat menyebabkan pembengkakan selaput hidung. Pembengkakan ini akan membuat hidung tersumbat.

Untuk meringankan keluhan ini, ibu hamil dapat menerapkan pengobatan alami, seperti membilas hidung dengan larutan garam (setetes larutan garam fisiologis) atau memasang konsentrator kelembaban di kamar tidur.

Kedua cara di atas dinilai aman untuk mengatasi hidung tersumbat saat hamil. Jika hidung tersumbat cukup mengganggu dan ibu hamil tidak mau menggunakan larutan di atas, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter ya.

3. Masalah Pada Gigi Dan Gusi

Meningkatnya aliran darah ke gusi selama kehamilan dapat membuat gusi lebih sensitif dan mudah berdarah. Selain itu, muntah berlebihan saat hamil juga dapat merusak lapisan terluar gigi (enamel) dan meningkatkan risiko kerusakan gigi.

Oleh karena itu, sebaiknya ibu hamil menggunakan sikat gigi dengan bulu yang lembut dan menyikat gigi secara perlahan. Selain itu, jangan lupa untuk rutin mengunjungi dokter gigi untuk menjaga kesehatan mulut selama hamil.

4. Perubahan Kulit

Memasuki trimester kedua, ibu hamil tak perlu kaget melihat perubahan pada kulit, seperti munculnya bintik hitam di wajah dan garis merah di perut. Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan produksi pigmen melanin akibat perubahan hormonal selama kehamilan.

Selain pengaruh hormonal, munculnya flek hitam dan garis merah juga bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung.

Jika bunda ingin berpartisipasi dalam aktivitas luar ruangan di siang hari, pastikan untuk menggunakan pelindung, seperti payung dan topi, serta oleskan tabir surya pada kulit bunda ya.

5. Kram Kaki

Selama trimester kedua, ibu hamil mungkin mengalami kram kaki, terutama pada malam hari. Banyak faktor yang dapat menyebabkan keluhan ini, mulai dari perubahan hormonal, perubahan berat badan, dehidrasi hingga kelelahan.

Karena itu, sebelum tidur, regangkan otot betis untuk mencegah munculnya gejala di atas. Ibu hamil juga bisa mengatasinya dengan merendam kaki dalam air hangat atau memijatnya dengan lembut.

6. Sakit Punggung

Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran perut yang membesar dan penambahan berat badan dapat menyebabkan nyeri punggung pada ibu hamil. Memang tulang belakang harus menopang berat badan ibu hamil dan janin.

Untuk mengatasi rasa tidak nyaman akibat nyeri punggung saat hamil, ibu hamil dapat mengikuti beberapa program olahraga atau latihan fisik khusus yang memperkuat tulang belakang dan perut.

Selain itu, terapi akupuntur atau penggunaan perban yang disebut juga patch akan membantu meredakan nyeri punggung. Untuk amannya, selalu diskusikan dengan dokter bunda sebelum memilih program olahraga atau terapi tertentu, ya, bun.

Keluhan karena rasa sakit dapat terjadi pada usia kehamilan berapa pun, termasuk trimester kedua. Ibu hamil perlu lebih peka untuk mengetahui apakah perasaan tidak nyaman ini normal atau tidak. Ingatlah untuk mengunjungi dokter bunda secara teratur untuk memantau kondisi bunda dan si cabang bayi, ya Bun.

Baca Juga:

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *