5 Cara Mencegah Radang Usus Buntu Dari Berbagai Usia

Cara mencegah radang usus buntu
Cara mencegah radang usus buntu. Foto by Polina Zimmerman/pexels.com

Cara mencegah radang usus buntu yang perlu kamu lakukan, ada beberapa cara untuk mencegah radang usus buntu. Salah satu cara termudah untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah dengan minum cukup air setiap hari. Itu saja belum cukup, kamu perlu melakukan beberapa hal dalam mencegah radang usus buntu secara efektif.

Apendisitis atau radang usus buntu adalah suatu kondisi yang terjadi ketika terjadi peradangan pada usus buntu (sekum). Kondisi ini bisa terjadi pada semua usia, baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Namun, penyakit ini paling sering terjadi antara usia 10 hingga 30 tahun.

Radang Usus buntu biasanya terjadi ketika ada penyumbatan pada lapisan usus buntu yang menyebabkan infeksi. Kondisi ini menyebabkan bakteri berkembang biak dengan cepat sehingga menyebabkan usus buntu meradang, membengkak, dan mengeluarkan nanah.

Penyebab radang usus buntu masih belum diketahui dengan jelas, namun faktor-faktor tertentu, seperti riwayat keluarga yang menderita radang usus buntu dan kebiasaan makan yang tidak sehat, diduga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini.

Cara Mencegah Radang Usus Buntu

Cara mencegah radang usus buntu
Cara mencegah radang usus buntu. Foto by cottonbro studio/pexels.com

Apendisitis tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, ada beberapa cara untuk mengurangi risiko radang usus buntu, di antaranya:

1. Mengkonsumsi Makanan Berserat

Serat makanan merupakan asupan penting untuk melancarkan pencernaan dan menjaganya tetap sehat. Dengan mengonsumsi makanan kaya serat dalam jumlah yang cukup, pencernaan berjalan lebih lancar dan aktif, sehingga memperlancar buang air besar.

Ini bagus untuk mencegah radang usus buntu. Kamu bisa mendapatkan cukup serat dengan mengonsumsi makanan kaya serat seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan.

2. Penuhi Kebutuhan Cairan

Selain menghindari dehidrasi, penting juga minum air putih yang cukup untuk memaksimalkan fungsi usus dalam pencernaan dan produksi feses. Di sisi lain, jika kamu kurang minum, usus akan menyerap cairan dari makanan tambahan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi.

Hal ini dapat membuat buang air besar menjadi sulit atau konstipasi dan menyebabkan tinja menggenang, yang dapat memicu radang usus buntu. Oleh karena itu, untuk mencegah radang usus buntu, kamu harus minum air putih yang cukup setiap hari, minimal 8 gelas sehari.

3. Konsumsi Makanan Probiotik

Dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung probiotik, sistem pencernaan kamu akan terjaga dengan baik. Bakteri baik dalam probiotik diketahui dapat menghambat pertumbuhan bakteri jahat dalam tubuh, termasuk bakteri penyebab radang usus buntu atau infeksi.

Probiotik bisa kamu dapatkan dari berbagai sumber, seperti yogurt, tempe, kefir, kombucha, atau kimchi. Untuk mendapatkan manfaat terbaik ini, kami sarankan juga mengonsumsi serat dari hal-hal seperti biji-bijian, apel, pisang, bawang putih, atau artichoke.

Sayangnya, efektivitas probiotik dalam mencegah radang usus buntu membutuhkan penelitian lebih lanjut.

4. Makan Secara Perlahan

Meski terdengar sepele, makan sambil istirahat ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Salah satunya adalah dapat membantu tubuh menyerap nutrisi dengan baik dan membantu dalam proses pencernaan.

Hal ini bisa terjadi karena orang yang makan perlahan mengunyah makanannya hingga benar-benar halus saat ditelan, sehingga mudah dicerna. Sebaliknya, orang yang terbiasa makan cepat lebih sering makan dalam potongan besar dan tidak mengunyahnya sampai halus.

Akibatnya, potongan makanan tersebut dapat memperlambat proses pencernaan dan menyebabkan penyumbatan pada usus buntu.

5. Kunjungi Dokter Secara Teratur

Pada beberapa kasus, radang usus buntu kadang bisa lebih sering terjadi pada orang yang pernah mengalami luka pada lambung dan memiliki riwayat kondisi yang sama di keluarganya.

Kelompok orang yang berisiko ini harus melakukan pemeriksaan sistematis dengan dokter mereka untuk memantau perkembangan radang usus buntu dan menerima perawatan medis yang tepat. Dengan cara ini, risiko radang usus buntu juga bisa dicegah sedini mungkin.

Pada dasarnya, tidak ada cara 100% untuk mencegah radang usus buntu. Namun, dengan melakukan beberapa hal di atas, risiko kamu terkena radang usus buntu bisa dikurangi.

Selain mengetahui cara mencegah usus buntu, kamu juga perlu mengetahui gejala dan kemungkinan komplikasi usus buntu. Jika kamu merasakan nyeri di perut kanan bawah disertai gejala kembung, mual dan muntah, diare, demam, sebaiknya segera berobat ke dokter.

Baca Juga:

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *